Selasa, 27 September 2016

KEBUDAYAAN LAMPUNG YANG MULAI HILANG ATAU DITINGGALKAN



TARI

Ada berbagai jenis tarian yang merupakan aset budaya Provinsi Lampung. Salah satu jenis tarian yang terkenal adalah Tari Sembah dan Tari Melinting (saat ini nama Tari Sembah sudah dibakukan menjadi Sigeh Pengunten). Tari ini biasanya diadakan oleh masyarakat Lampung untuk menyambut dan memberikan penghormatan kepada para tamu atau undangan yang datang, boleh dikatakan sebagai sebuah tarian penyambutan. Selain sebagai penyambutan, Tari Sembah pun kerap kali dilaksanakan dalam upacara adat pernikahan masyarakat Lampung.

BUSANA ADAT

            Daerah Lampung dikenal sebagai penghasil kain tapis, kain tenun bersulam benang emas yang indah. Kain ini dibuat oleh wanita. Pada penyelenggaraan upacara adat, seperti perkawinan, tapis yang dipenuhi sulaman benang emas dengan motif yang indah merupakan kelengkapan busana adat daerah Lampung.
RUMAH ADAT
            Rumah adat pribumi Lampung bernama Nuwou Sesat. Bentuk bangunannya mempunyai ciri-ciri fisik berbentuk panggung bertiang yang bahan bangunannya sebagian besar terbuat dari kayu. Pada sisi bangunan tertentu ada yang memiliki ornamen yang khas. Umumnya Nuwou Sesat berupa rumah besar. Namun saat ini di kampung-kampung penduduk asli Lampung sebagian besar dibangun tidak bertiang (berlantai di tanah). Sedangkan fungsinya tetap sama. Secara umum bentuk bangunan tempat tinggal di lingkungan masyarakat pribumi Kabupaten Lampung boleh di bilang cukup beraneka ragam. Keanekaragaman ini sesuai dengan pola serta seni pertukangan yang ada. Kanyataan itu dapat di lihat dari keragaman bentuk rumah yang didirikan oleh warga setempat sebagai tempat tinggal, mengembangkan keturunan/berkeluarga dan sebagainya. Tetapi sudah jarang kita dapat melihat rumah adat Lampung di kota Bandar lampung.
SEBAB KEBUDAYAAN MULAI DITINGGALKAN
            Banyak remaja yang menganggap bahwa mempelajari budaya tradisional itu kuno, kebudayaan itu biasa bahkan memalukan. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu. Banyak nilai penting yang terkandung di dalamnya, seperti nilai historis dan estetika.
Selain itu, kebudayaan daerah mulai ditinggalkan karena rendahnya minat masyarakat terutama remaja dalam menghayati kebudayaan daerah dan lebih tertarik dengan kebudayaan asing seperti kebudayaan barat.
Derasnya arus globalisasi merupakan salah satu pendorong tingginya minat generasi muda pada budaya luar. Namun, tidak tepat jika globalisasi menjadi pihak yang paling disalahkan atas terjadinya degradasi kebudayaan di kalangan remaja. Justru hal itu harus menjadi tantangan bagi semua pihak agar makin peduli dan mensosialisasikan kebudayaan asli Indonesia bagi anak-anak dan generasi muda.
PERAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN KEBUDAYAAN

  • Menanamkan minat sejak dini pada kebudayaan
  • Menjalani kehidupan sehari hari dengan berpedoman pada kebudayaan
  • Mengadakan festival-festival kebudayaan
  • Mensosialisasikan pentingnya mengenali kebudayaan daerah pada era globalisasi
  • Mempelajari dan mengenali kebudayaan di dalam pendidikan  (tarian, kerajinan tangan, bahasa, aksara Lampung dan lain lain )

Sudah saatnya kebudayaan Indonesia memiliki kesejajaran dengan budaya barat. Oleh karena itu mulai disadari bahwa kebudayaan daerah di Indonesia memiliki keunggulan mulai dari pandangan tentang alam hingga sosial dan masyarakat barat juga mulai menyadari kekurangan kebudayaan mereka sendiri, yang terlihat lewat ketertarikan turis kepada kebudayaan timur. Mengenali dan mengembangkan kebudayaan Indonesia adalah tugas yang diemban oleh setiap warga negara Indonesia.

1 komentar:

  1. dijual peninggi badan sehari 5 meter, diorder ya sis, makasii

    BalasHapus